Rabu, 29 Desember 2021

ANALISIS DONGENG LEGENDA KELOMPOK

A. Dongeng Legenda “Asal-Usul Danau Toba” (Sumatra Utara)


Sinopsis Dari Dongeng Legenda “Asal-Usul Danau Toba” (Sumatra Utara):

Terdapat pemuda bernama Toba yang bekerja menghidupi dirinya dengan memancing. Suatu hari ia berhasil mendapat ikan namun ikan tersebut memiliki sisik emas. Toba tidak memasak atau menjual ikan tadi melainkan merawatnya. Ternyata sang ikan adalah seorang bidadari rupawan dan kemudian Toba menikahinya dengan syarat merahasiakan identitasnya.

Keduanya kemudian menikah dan punya anak bernama Samosir. Suatu hari Samosir berbuat kesalahan yang membuat Toba marah dan memakinya sebagai anak Ikan. Istrinya kemudian marah dan meminta Samosir berlindung di suatu tempat. Selanjutnya air meluap yang kemudian menjadi danau dinamakan danau Toba sementara daratan tempat anak Toba berlindung kemudian dinamakan (pulau) Samosir.

 

Bukti Kalimat:

1.    “Istri Toba merasa sedih, karena Toba sudah mengungkit asal usulnya. Kemudian dia menyuruh Samosir untuk berlari ke arah atas bukit. “Samosir cepatlah kau lari ke atas bukit nak, sebelum air bah datang," ucap istri Toba.

2.     Samosir menurut, maka segeralah langit berwarna gelap dan petir mulai menyambar. Tiba-tiba air bah muncul dari arah sungai, istri Toba tiba-tiba meloncat ke dalam air bah dan seketika menjadi ikan kembali.

3.    Toba yang bekerja di ladang terkejut, karena tiba-tiba air bah datang. Dia tidak sempat melarikan diri, Toba hanyut dan tenggelam ke dalam air bah. Segera saja air bah menggenangi seluruh lembah dan hanya menyisakan pucuk bukit di tengah-tengahnya.

4.     Di bukit itu Samosir sembunyi, namun saat air bah menjadi danau. Samosir menjadi pulau, itulah          sebabnya danau itu dinamakan Danau Toba dan pulau ditengahnya disebut Samosir. Itulah cerita           rakyat Sumatera Barat, asal usul Danau Toba dan Pulau Samosir.” 


Alasan Memilih Bukti Penggalan Tersebut:

Karena dalam kalimat tersebut sangat menjelaskan tentang asal usul bagaimana Danau Toba terbentuk.


B. Dongeng Legenda “Candi Prambanan” (Daerah Istimewa Yogyakarta)



Sinopsis Dari Dongeng Legenda “Candi Prambanan” (Daerah Istimewa Yogyakarta):

Di suatu ketika terdapat dua kerajaan yang bertetanggaan yaitu Kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka. Kerajaan Pengging dipimpin oleh Bandung Bondowoso sedangkan Kerajaan Baka oleh Prabu Baka. Saat peperangan antar keduanya, kerajaan Baka kalah dengan meninggalnya Prabu Baka di tangan Bandung Bondowoso. Kekalahan tersebut membuat Bandung Bondowoso menguasai kerajaan Baka. Di sana ia melihat Roro Jonggrang dan terpesona hingga melamarnya. Tentu saja hal ini ditolak oleh Roro Jonggrang. Karena sangat memaksa, Roro Jonggrang memberikan syarat untuk membangun seribu candi dalam semalam.

Bandung Bondowoso dibantu oleh bangsa jin sehingga pada tengah malam tersisa satu candi. Untuk menggagalkannya, Roro Jonggrang memanggil semua wanita untuk membakar jerami dan memukul lesung sehingga ayam berkokok dan para jin lari. Melihat tipu muslihat itu Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca ke-1000 dan para wanita dikutuk untuk tidak ada yang mau menikahi hingga perawan tua.


Bukti Kalimat

1.   “Suara bising itu terdengar pula oleh Bandung Bondowoso bersama pasukan jinnya. Roro Jonggrang segera kembali melihat pekerjaan mereka. “Kau gagal. Candimu hanya berjumlah 999” ucapan Roro Jonggrang membuat Bandung Bondowoso tidak dapat menerima kekalahan itu.

2.     “Kalau begitu, kaulah yang harus melengkapi candi ini.” Kesaktian Bandung Bondowoso seketika membuat Roro Jonggrang menjadi patung batu.

3.   Semua candi yang berjumlah 999 buah dan telah digenapi menjadi 1000 oleh patung Roro Jonggrang itu dikenal dengan nama Candi Prambanan.”

 

Alasan Memilih Bukti Penggalan Tersebut:

Karena di dalam penggalan kalimat tersebut menceritakan bagaimana candi bisa menjadi 1.000 dan dapat dikatakan sebagai legenda karena kalimat penggalan kalimat tersebut juga berbau mistis.


C. Dongeng Legenda “Tangkuban Perahu” (Jawa Barat)



Sinopsis Dari Dongeng Legenda “Tangkuban Perahu” (Jawa Barat):

Pada zaman dahulu, di Jawa barat Hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi, ia memiliki anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Pada suatu hari, Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu dan memerintah Tumang untuk mengejar buruannya, namun Tumang menolak dan akhirnya Tumang di sembelih oleh Sangkuriang. Sesampainya di rumah Sangkuriang memberitahu Dayang Sumbi jika Tumang sudah mati. Dayang Sumbi pun marah dan mengusir Sangkuriang. Karena ketulusannya, Dewi memberikan sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya. Setelah bertahun-tahun lamanya akhirnya Sangkuriang pulang ke kampung halamannya dan bertemu wanita cantik yang tidak lain adalah Dayang Sumbi, dan ingin menikahinya.

Pada suatu hari, Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya sendiri. Sayang Sumbi pun mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang yang harus diselesaikan sebelum fajar, dan Sangkuriang pun menyanggupinya. Hal ini yang kemudian digagalkan oleh Dayang Sumbi, maka dwngan kesal ia menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri, dan menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tengkurap, lalu menjadi gunung yang bernama Tangkuban Parahu.


Bukti Kalimat

1.   Pada suatu hari Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya setelah melihat bekas luka  di kepala Sangkuriang. Ketika Sangkuriang mengajukan lamaran untuk menikahi Dayang Sumbi, Dayang Sumbi mengajukan syarat yang sulit dipenuhi yaitu meminta dibuatkan danau dan perahu di dalam satu malam di hutan itu.

2.     Dengan kesaktiannya menngundang mahluk halus untuk minta dibuatkan danau dan perahu dalam satu malam. Ssangkuriang menyangupi persyaratan tersebut, maka mulailah mahluk halus itu bekerja.

3.      Dayang Sumbi merasa khawatir dengan Sangkuriang, lalu Dayang Sumbi meminta bantuan ibu-ibu dan hewan untuk menumbuk padi. Ayam pun berkokok  mahluk halus pun lari,  Sangkuriang marah dan menendang perahu tersebut menjadi gunung yang menyerupai perahu terbalik.

 

Alasan Memilih Bukti Penggalan Tersebut:

Karena didalam kalimat tersebut berisi tentang asal-usul legenda Tangkuban perahu. Serta legenda Tangkuban Perahu termasuk ke dalam contoh cerita fiksi.


ANGGOTA KELOMPOK 1/3 C:

Dosen Pengampu : Ibu. Ari Rohmawati, S. Pd., M. Pd.

1. Hani Alfaida                       (2020406405063)

2. Kurnia Dewi                       (2020406405019)

3. Fajar Ayu Asmoro              (2020406405095)

4. Nabila Aulia Syfa               (2020406405130)

5. Zuhdan Arif Rahman         (2020406405165)

ANALISIS DONGENG LEGENDA KELOMPOK

A.  Dongeng Legenda “Asal-Usul Danau Toba” (Sumatra Utara) Sinopsis Dari Dongeng Legenda  “Asal-Usul Danau Toba” (Sumatra Utara) : Terdapat ...